Investor dari Singapore Diajak Untuk Bisnis Kripto di Indonesia

Bitcoin Kripto
Foto: Wikipedia

 

Tekno KediriWamendag Ajak Investor dari Singapura untuk meramaikan atau investasi Bisnis Kripto di Indonesia.

Wamendag ( Wakil Menteri Perdagangan ) Jerry Sambuaga menyebutkan bahwa Indonesia adalah pasar kripto yang memiliki potensi besar yang cukup menjanjikan, dan hal ini merupakan peluang yang besar untuk para investor dari Singapura untuk melakukan investasi di pasar Kripto Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Jerry Sambuaga pada saat menghadiri event ABA yang mengusung tema “Community Meet and Great Session Fireside Chat on Crossborder Blockchain, Cryptocurrency and Digital Asset Between Singapore and Indonesia” yang berlangsung di Singapura pada Jumat 15 July 2022.

“Peluang bisnis kripto di Indonesia terbuka lebar. Ini menjadi kesempatan bagi para investor untuk berbisnis di Indonesia. Tentu saja, bisnis yang dijalankan harus tetap menerapkan peraturan yang berlaku di Indonesia,” kata Wamendag, dikutip dalam siaran pers, Minggu (17/7/2022).

Wamendag mengatakan kekuatan lain kolaborasi di Indonesia yakni melangsungkan publikasi dan seminar bersama dengan Federasi blockchain Indonesia dan Federasi Pedagang Asset Kripto Indonesia. Hal itu buat memberi pengetahuan mengenai faedah dan pemakaian tehnologi Blockchain dan asset kripto.

Menurut Wamendag, Indonesia dan Singapura dapat bekerja bersama untuk amankan beberapa data peka dan beberapa aset digital yang bisa ditransaksikan lewat basis perdagangan luar negeri yang memiliki sifat lintasi-batas (cross border).

Kerja sama antara lembaga pemerintahan bisa dilaksanakan untuk memperhitungkan resiko kehilangan asset digital dan resiko pemakaiannya.

“Kita juga dapat bekerja sama membangun platform blockchain tunggal berbasis komunikasi antar pemerintah untuk mengantisipasi kehilangan data-data penting, mengurangi biaya pelatihan, mengurangi biaya administrasi, dan menetapkan satu standar yang dapat menciptakan efisiensi pembiayaan lainnya,” ujar Wamendag.

Beberapa project Blockchain yang berkaitan dengan pemerintahan Indonesia diantaranya untuk amankan entri data, registrasi tanah, pencarian proses bahan pangan, rantai suplai komoditas, menukar mekanisme berbasiskan kertas, menahan penipuan, kepabean dan patroli tepian, transparan bujet, dan management data antara instansi.

Wajib Waspada Tiga Sentimen Ini

Mendekati akhir minggu, keadaan pasar kripto membuat hati investor senang. Karena keseluruhannya beberapa asset kripto, khususnya yang berkapitalisasi besar atau big cap meluncur percaya diri ke zone hijau pada perdagangan Jumat, 15 Juli 2022 jam 12.00 WIB.

Merilis CoinMarketCap, nilai Bitcoin ada di harga USD 20.526 atau naik 1,31 % dalam satu hari paling akhir. Nilai Ethereum (ETH) turut naik 7,31 % ke USD 1.195 pada saat yang sama.

Sementara altcoin yang lain pun tidak melesat, seperti XRP, Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) harga naik masing-masing 6,59 %, 6,89 %, 1,23 % dan 1,30 % di dalam 24 jam paling akhir.

Lantas apa yang mengakibatkan pasar kripto naik-turun positif?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono menjelaskan, reli singkat yang terjadi pada perdagangan pasar kripto disebabkan karena sentimen positif dari komentar terkini petinggi bank sentra Amerika Serikat (AS) atau the Federasi Reserve (The Fed).

Beberapa petinggi The Fed mengatakan instansi kewenangan moneter itu kemungkinan tidak menaikkan suku bunga referensinya sejumlah 100 pangkalan point karena inflasi AS sentuh tingkat paling tingginya dalam 41 tahun akhir.

“Tempo hari beberapa petinggi The Fed menyanggah akan menaikan suku bunga referensi sampai 100 bps, tapi cenderung ke 75 bps pada tatap muka kedepan. Berita ini terlihat disongsong positif oleh investor hingga nilai asset kripto masih sukses menjaga performanya,” kata Afid diambil dari info tercatat, Jumat, 15 Juli 2022.

Penguatan Hanya Sementara?

Banyak investor sebagai bernafsu untuk kembali lakukan transaksi bisnis di pasar kripto, meskipun keadaan di pasar saham sekarang ini lemas. Meskipun begitu, reli singkat ini cuma bertahan sementara karena belum disokong tindakan penumpukan yang kuat dari aktor pasar.

Berdasar data CoinMarketCap, nilai pasar cap asset kripto belum menembus USD 1 triliun dan volume trading harian di bursa kripto turun 5,14 % dalam satu hari paling akhir. Nampaknya investor masih cemas inflasi tinggi dan teror krisis dalam periode waktu pendek.

Dalam pada itu, gerakan Bitcoin saat ini menginginkan The Fed untuk meningkatkan suku bunga sejumlah 75 pangkalan point kembali bulan akhir ini, yang seterusnya bisa berpengaruh di harga.

Gerakan harga Bitcoin akan ada di range harga USD 20.317 dan masih mempunyai potensi naik sampai ke tingkat harga US$ 21.127. Tetapi, jika harga Bitcoin kembali revisi, peluang turun dan retest dukungan di harga USD 19.772.

Tiga Sentimen Negatif

Ada minimal tiga factor yang dapat membuat gerakan pasar kripto kembali ketekan. Karena terjadi penyimpangan di mana, nilai asset kripto rupanya masihlah bertahan walau data inflasi AS sentuh tingkat paling tingginya dalam 41 tahun akhir pada Juni.

Menyaksikan data bersejarahnya, nilai asset kripto umumnya langsung rontok sesudah peluncuran data itu. Karena, aktor pasar selalu menyangkutkan hasil data inflasi dengan gagasan moneter yang hendak dilakukan bank sentra AS, The Fed.

Oleh karena itu, factor pertama ialah bila The Fed memberi respon inflasi dengan peningkatan suku bunga referensi extra kuat, karena itu hasrat investor perlahan-lahan akan sirna. Efeknya akan memberi penekanan negatif di harga untuk asset beresiko, dari saham ke Bitcoin.

Seterusnya, tiba dari berita basis pinjam pinjam kripto, Celsius yang sedang mempersiapkan document kemunduran. Menurut document yang disodorkan ke pengadilan tata usaha New York, Celsius rupanya mempunyai asset USD 4,3 miliar dan kewajiban USD 5,5 miliar, hingga perseroan punyai minus neraca sebesar USD 1,2 miliar.

Disamping itu, factor yang lain ialah berkembangan dari kasus Mt Gox yang sekarang ini mempunyai 142.000 Bitcoin siap untuk dipasarkan dalam rencana ganti kerugian korban. Walaupun kedengar seperti berita positif, ganti kerugian ini bisa membuat penekanan jual yang besar di pasar kripto, khususnya untuk Bitcoin.