Analisa Fundamental: Prinsip, Jenis dan Bagaimana Menggunakannya

Investasi sangatlah penting mengetahui fundamental ekonomi suatu negara, dan ini mempengaruhi pergerakan harga saham.

Analisa Fundamental Pengertian dan Aplikasinya
Analisa Fundamental Pengertian dan Aplikasinya, kredit gambar: google

Pengertian Analisa Fundamental

Pada dasarnya Analisa fundamental adalah mengukur nilai intrinsik sekuritas dengan memeriksa faktor ekonomi dan keuangan terkait. Nilai yang dimaksud adalah nilai investasi yang berdasarkan situasi finansial perusahaan penerbit saham dan kondisi pasar serta ekonomi suatu Negara saat ini.

Analis Fundamental mempelajari apa saja yang dapat mempengaruhi nilai investasi dimulai dari faktor ekonomi makro, kondisi Industri hingga menganalisa faktor ekonomi micro seperti efektifitas manajemen suatu perusahaan.

Semua tadi pada dasarnya adalah dengan tujuan untuk menentukan angka yang bisa dibandingkan oleh para investor dengan harga sekuritas saat ini untuk melihat apakah nilai saham itu undervalued atau overvalued bila disandingkan dengan investor yang lain.

Point Penting Analisa fundamental

  • Merupakan metode untuk menentukan nilai riil atau nilai wajar di pasar saham.
  • Mencari saham yang saat ini diperdagangkan dengan harga yang lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai wajar suatu saham
  • Jika nilai pasar wajar lebih tinggi dari harga pasar, maka bisa dibilang bahwa saham mengalami undervalued atau lebih tinggi, maka rekomendasinya adalah membeli saham tersebut.
  • Jika nilai wajar saham lebih rendah dari harga pasar, maka harga saham sudah terlalu tinggi atau overvalued, dan rekomendasinya adalah tidak membelinya, dan menjual bila memiliki terlalu banyak saham tersebut.
  • Analisa fundamental juga bisa memicu pergerakan di pasar forex secara drastis pada mata uang yang terkait dengan berita atau news yang diumumkan.
  • Kebalikannya, analisa teknikal lebih sering mempelajari data histori dari suatu saham yang ditampilkan dalam grafik dan memprediksi harga kedepannya untuk jangka pendek.

Pahami Apa Itu Analisa Fundamental

Cara kerja dari fundamental sendiri adalah dengan melakukan analisa dari sisi atau perspektif makro ke mikro untuk mengidentifikasi suatu sekuritas atau nilai saham yang harganya tidak sesuai dengan harga pasar.

Urutan yang bisa kita pelajari dalam analisa ini adalah :

  • Kondisi ekonomi secara keseluruhan dari suatu negara.
  • Kondisi atau kekuatan industri tertentu negara terkait
  • Kinerja keuangan perusahaan yang menerbitkan saham tersebut

Dengan mempelajari dan mengindentifikasi hal-hal tersebut diatas, analis bisa memastikan kondiri nilai saham di pasar apakah wajar atau tidak. Hasilnya nanti bisa Anda gunakan sebagai acuan dalam membeli atau melepas saham yang Anda miliki.

Sumber Analisa Fundamental

Untuk mendapatkan analisa yang baik, maka para analis ini harus mendapatkan sumber yang baik pula. Karena data keuangan yang akurat akan mempengaruhi hasil analisa, dan data ini memang tersedia untuk umum. Data tersebut biasanya dicatat sebagai laporan keuangan suatu perusahaan, seperti laporan triwulan atau tahunan. Contohnya salah satu investor perorangan terbesar Indonesia, Bapak Lo Kheng Hong, beliau ini hanya mengandalkan laporan keuangan perusahaan dalam mengambil keputusan untuk bertransaksi, dan tidak pernah melihat chart atau analisa teknikal lainnya.

*catatan: Biasanya sebagian besar perusahaan yang Go-Publik akan membuat daftar laporan keuangan tahunan di bagian hubungan investor di website resmi perusahaan mereka. Dimana biasanya didalamnya berisi laporan keuangan yang menyoroti hasil pencapaian sepanjang tahun.

Dengan analisa fundamental, Anda juga bisa melakukan analisa terhadap nilai obligasi perusahaan dengan melihat faktor ekonomi, seperti suku bunga, atau keadaan ekonomi negara terkait secara keseluruhan. Kemudian dari kondisi tersebut Anda bisa mengevaluasi pasar obligasi dan menggunakannya untuk melihat bagaimana potensi perubahan tingkat kreditnya.

Pada intinya, analisa fundamental menggunakan pendapatak perusahaan, keuntungan perusahaan dan potensi pertumbuhan perusahaan di masa depan, serta data faktor penunjang lainnya untuk menentukan nilai dasar perusahaan. Bila ternyata nilainya lebih rendah dari harga sekarang maka saham tersebut belum layak di koleksi, namun bila nilainya lebih tinggi dari harga sekarang maka saham layak dibeli.

Karena nilai saham pada akhirnya akan kembali ke nilai wajar suatu saham, dan saat itulah biasanya para kolektor saham memutuskan akan menjual atau mempertahankan bahkan menambah koleksi lembar sahamnya.

Nilai Intrinsik

Tadi diatas disebutkan mengenai nilai intrinsik sebagai salah satu asumsi utama dibalik analisa fundamental adalah bahwa harga saham saat ini tidak sepenuhnya menunjukkan harga yang mencerminkan nilai perusahaan itu sendiri bila dibandingkan dengan data keuangan yang ada di publik. Asumsi yang kedua adalah bahwa nilai yang tercermin dari data fundamental perusahaan itu cenderung mendekati nila sebenarnya atau nilai wajar dari saham tersebut.

Misalkan harga saham suatu perusahaan saat ini hargnya Rp 200 perlembar saham. Namun setelah dilakukan analisa berdasarkan dari laporan keuangan perusahaan dan data penunjang lain, didapatkan nilai wajar saham tersebut seharusnya adalah Rp 240 rupiah perlembarnya. Sementara Analis yang lain mendapatkan harga Rp 260 per lembar sahamnya.

Dengan banyaknya pertimbangan tersebut, pada akhirnya investor mempertimbangkan dengan mengambil nilai rata-rata dari analis tadi, dan memutuskan harga tengah atau Rp 250 sebagai harga wajar. Hal ini wajar diambil oleh para investor, karena memang mereka menganggap hal ini sangat relevan dengan kondisi pasar, dan ingin membeli saham yang harganya saat ini masih Rp 200, dengan harapan setelah membeli harga kembali ke harga wajar atau nilai intrinsik tadi di harga Rp 250 tadi.

Inilah cara kerja dari analisa fundamental dalam investasi jangka panjang. Namun hingga sekarang yang menjadi masalah adalah, tidak pernah ada yang tahu secara persis berapa lama “jangka panjang” itu yang sebenarnya, harian, mingguan, bulanan bahkan mungkin tahunan ? Namun seorang investor sejati tidak terlalu peduli akan hal itu, yang pasti dia tahu tujuannya, bahwa harga saham akan kembali ke nilai wajar yang sebenarnya. Itulah yang dianut oleh beberapa investor handal seperti Warren Buffet dari U.S atau Lo Kheng Hong dari Indonesia.

Analisa Fundamental vs. Analisa Teknikal

Metode analisa ini sangat kontras dengan analisa teknikal, yang mencoba memperkirakan arah harga melalui analisa data pasar historis seperti harga dan volume. Analisa teknikal menggunakan tren harga dan aksi harga untuk membuat indikator. Beberapa indikator membuat pola yang memiliki nama yang menyerupai bentuknya, seperti pola kepala dan bahu. Lainnya menggunakan garis tren, dukungan, dan resistensi untuk menunjukkan bagaimana pedagang melihat investasi dan menunjukkan apa yang akan terjadi. Beberapa contohnya adalah segitiga simetris atau baji.

Analisa fundamental bergantung pada informasi keuangan yang dilaporkan oleh perusahaan yang sahamnya sedang dianalisa. Rasio dan metrik dibuat menggunakan data yang menunjukkan bagaimana kinerja perusahaan dibandingkan dengan perusahaan sejenis.

Analisa Fundamental Kuantitatif vs. Kualitatif

Masalah dengan mendefinisikan kata fundamental adalah bahwa hal itu dapat mencakup segala hal yang berkaitan dengan kesejahteraan ekonomi suatu perusahaan. Hal ini termasuk angka-angka seperti pendapatan dan keuntungan, tetapi hal ini juga dapat mencakup apa saja mulai dari pangsa pasar perusahaan hingga kualitas manajemennya.

Berbagai faktor fundamental dapat dikelompokkan menjadi dua kategori: kuantitatif dan kualitatif. Arti finansial dari istilah-istilah ini tidak jauh berbeda dari definisi terkenal:

  • Kuantitatif : informasi yang dapat ditampilkan dengan menggunakan angka, angka, rasio, atau rumus
  • Kualitatif : daripada kuantitas sesuatu, itu adalah kualitas, standar, atau sifatnya

Dalam konteks ini, fundamental kuantitatif adalah angka yang sulit. Mereka adalah karakteristik bisnis yang terukur. Itu sebabnya sumber data kuantitatif terbesar adalah laporan  keuangan, pendapatan, laba, aset, dan lainnya yang dapat diukur secara akurat.

Fundamental kualitatif kurang nyata. Mereka mungkin termasuk kualitas eksekutif kunci perusahaan, pengakuan nama merek, hak paten , dan kepemilikan teknologi.

Mempertimbangkan Fundamental Kualitatif

Analis fundamental selalu mempertimbangkan empat hal fundamental utama ketika menganalisa suatu perusahaan. Keempat hal itu semua adalah sisi fundamental kualitatif diantaranya adalah :

  1. Model Bisnis : Disini wajib diketahui, apa sih yang sebenarnya dilakukan perusahaan itu. Meski sederhana tapi tidak sesederhana yang Anda bayangkan. Model bisnis ini mencakup bagaimana cara perushaan itu mendapatkan income. Bila itu merupakan perusahaan restoran cepat saja ayam goreng, apakah perusahaan membayar royalti, biaya warabala dan sebagainya.
  2. Keunggulan kompetitif : Faktor sukses jangka panjang juga sering dilihat sebagai salah satu hal yang perlu dianalisa. Seperti misal seberapa kuat merk Aqua di pasaran ketika digempur oleh perusahaan sejenis, lalu bagaimana dominasi seperti Microsoft Windows sebagai system operasi komputer pribadi ? Semakin kuat perusahaan bertahan dan kompetitif, maka semakin layak sahamnya dilirik.
  3. Pengelolaan : Manajemen suatu perusahaan juga akan menjadi pertimbangan para analis ketika mengevaluasi suatu perusahaan. Bila perusahaan dipimpin oleh orang-orang yang kompeten dibidangnya, tentu hal ini lebih baik lagi dijadikan incaran untuk dikoleksi sahamnya. Namun bila ternyata orang-orang yang bermasalah berdiri dijajaran direksi dan manajemen, lebih baik berpikir ulang untuk membeli saham mereka.
  4. Tata kelola perusahaan : menggambarkan kebijakan yang berlaku dalam suatu organisasi yang menunjukkan hubungan dan tanggung jawab antara manajemen, direktur, dan pemangku kepentingan. Kebijakan ini didefinisikan dan ditentukan dalam piagam perusahaan , anggaran rumah tangganya, dan undang-undang dan peraturan perusahaan. Anda ingin berbisnis dengan perusahaan yang dijalankan secara etis, adil, transparan, dan efisien. Terutama perhatikan apakah manajemen menghormati hak pemegang saham dan kepentingan pemegang saham. Pastikan komunikasi mereka kepada pemegang saham transparan, jelas, dan dapat dipahami. Jika Anda tidak mendapatkannya, itu mungkin karena mereka tidak menginginkan Anda.
  5. Industri : Penting juga untuk mempertimbangkan industri perusahaan: basis pelanggannya, pangsa pasar di antara perusahaan, pertumbuhan industri secara luas, persaingan, regulasi, dan siklus bisnis. Mempelajari cara kerja industri akan memberi investor pemahaman yang lebih dalam tentang kesehatan keuangan perusahaan.

Mempertimbangkan Fundamental Kuantitatif

  1. Laporan Keuangan: adalah media dimana perusahaan mengungkapkan informasi mengenai kinerja keuangannya. Pengikut analisis fundamental menggunakan informasi kuantitatif dari laporan keuangan untuk membuat keputusan investasi. Tiga laporan keuangan yang paling penting adalah laporan laba rugi, neraca , dan laporan arus kas .
  2. Lembaran saldo : Neraca mewakili catatan aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada titik waktu tertentu.Disebut neraca karena tiga bagian—aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham—harus diseimbangkan menggunakan rumus:

    Aset = Kewajiban + Ekuitas Pemegang Saham

    Aset mewakili sumber daya yang dimiliki atau dikendalikan bisnis pada waktu tertentu. Ini termasuk barang-barang seperti uang tunai, inventaris, mesin, dan bangunan. Sisi lain dari persamaan tersebut mewakili total nilai pembiayaan yang telah digunakan perusahaan untuk memperoleh aset tersebut.

    Pembiayaan datang sebagai akibat dari kewajiban atau ekuitas . Kewajiban merupakan hutang atau kewajiban yang harus dibayar. Sebaliknya, ekuitas mewakili nilai total uang yang telah dikontribusikan pemilik ke bisnis—termasuk laba ditahan, yang merupakan laba yang tersisa setelah membayar semua kewajiban, dividen, dan pajak saat ini.

  3. Laporan Pendapatan : Sementara neraca mengambil pendekatan snapshot dalam memeriksa bisnis, laporan laba rugi mengukur kinerja perusahaan selama jangka waktu tertentu. Secara teknis, Anda dapat memiliki neraca selama sebulan atau bahkan sehari, tetapi Anda hanya akan melihat laporan perusahaan publik setiap tiga bulan dan setiap tahun.
    Laporan laba rugi menyajikan pendapatan, biaya, dan keuntungan yang dihasilkan dari operasi bisnis untuk periode tersebut.
  4. Laporan Arus Kas : Laporan arus kas merupakan catatan arus kas masuk dan keluar bisnis selama periode waktu tertentu. Biasanya, laporan arus kas berfokus pada aktivitas terkait kas berikut ini:
  • Uang tunai dari investasi: Uang tunai yang digunakan untuk berinvestasi dalam aset, serta hasil dari penjualan bisnis lain, peralatan, atau aset jangka panjang
  • Cash from financing: Kas yang dibayarkan atau diterima dari penerbitan dan peminjaman dana
  • Operating Cash Flow : Kas yang dihasilkan dari operasi bisnis sehari-hari

Laporan arus kas penting karena merupakan tantangan bagi bisnis untuk memanipulasi situasi kasnya. Ada banyak hal yang dapat dilakukan akuntan agresif untuk memanipulasi pendapatan, tetapi sulit untuk memalsukan uang tunai di bank. Untuk alasan ini, beberapa investor menggunakan laporan arus kas sebagai ukuran kinerja perusahaan yang lebih konservatif.

Penutup

Itulah tadi tentang Analisa Fundamental, yang biasa digunakan oleh analis saham dalam menentukan harga wajar saham suatu perusahaan. Analisa ini biasanya bisa menjadi pegangan para investor dalam melakukan transaksi di pasar saham. Kecenderungan investor yang menggunakan analisa fundamental adalah investor jangka panjang, yang lebih mengutamakan pada kualitas perusahaan yang akan dia beli sahamnya.