Cara Membaca Candlestick Dengan Benar Untuk Crypto

Cara Membaca Candlestick Dengan Benar

Cara Membaca Candlestick  Pahami Polanya

Candlestick adalah salahsatu indikator chart pattern yang paling populer dan penting untuk dikuasai dan di pahami oleh para trader, baik di saham, forex ataupun yang baru populer cryptocurrency. Karena dalam candlestick trader bisa mengetahui atau memprediksi kira-kira kemana arah pergerakan harga dari suatu komoditas, crypto, atau mata uang.

Candlestick memiliki pemahaman sendiri dan memang harus dengan cermat untuk di pelajari dibandingkan chart line atau bar chart. Pola yang ada di candlestick cukup banyak dan ini memang perlu waktu untuk menguasainya. Namun begitu Anda memahami akan sangat mudah Anda memprediksi pergerakan harga.

Sebelum masuk ke bahasan Candlestick ada baiknya kita mengetahui dulu chart apa saja yang ada pada crypto, saham atau forex.

Jenis-jenis Grafik Chart pada informasi Crypto :

  1. Line Chart
  2. Bar Chart
  3. Candlestick

Line Chart

Line Chart biasanya digambar berdasarkan saat penutupan harga di market, sehingga gambar cukup sederhan hanya menampilkan titik-titik penutupan harga lalu dihubungkan dengan garis. Titik penutupan harga ini tergantung pada timeframe berapa grafik itu di pantau, sehingga akan muncul grafis garis pada layar chart yang membentuk suatu pola yang akan Anda analisa.

Data yang ditampilkan terlalu sederhana sehingga sering terjadi salah analisa karena masukan data yang kurang kuat, jadi chart jenis ini sering di tinggalkan oleh trader.

Bar Chart

Bar Chart ini cukup komplit, dimana disitu terdapat informasi mengenai harga pembuka dan harga penutup, harga tertinggi dan harga terendah pada timeframe yang di tampilkan. Data cukup banyak, informasi cukup akurat, namun lemahnya pada tampilan grafis sering membuat trader kurang nyaman, sehingga bar chart ini juga mulai ditinggalkan.

Candlestick

Bicara candlestick tentu pikiran kita akan tertuju pada sejarah terciptanya grafis ini oleh pedagang dari jepang, yang mengaplikasikan harga beras saat tu, dan menggunakannya untuk mempridiksi harga beras, sehingga pedagang tahu kapan harus membeli dan kapan harus menjual beras dan meraih untung yang signifikan karena berasnya jadi lebih laku.

Teknik ini diciptakan oleh pedagang beras bernama Munehisa Honma, dan pertama kali di populerkan di dunia barat oleh Steve Nison dengan buku best sellernya “Japanese Candlestick Charting Techniques”

Sebenarnya apa yang di tampilkan oleh candlestick ini sudah mirip sekali dengan grafis bar/batang dimana informasi harga cukup lengkap. Tapi pada candlestick ini ketika harga naik biasanya akan diberi warna hijau ( warna default ) dan bila turun akan diberi warna merah. Dari warna ini saja ketika orang melihat pada chart, maka meski belum lihat detail trader sudah tahu, harga dlm kondisi naik atau turun, karena pola warna tadi.

Mengenal Candlestick Lebih Dekat

Cara membaca candlestick sendiri cukup mudah, dimulai dari grafik yang tersusun dari body candle dimana body menunjukkan kekuatah harga, apakah lebih kuat bullish ( candle hijau ) atau bearish ( candle merah ). Sementara garis diatas dan dibawah body merupakan nilai harga tertinggi atau terendah yang tercapai pada periode waktu yang ditentukan/dipilih.

Candle merah menunjukkan harga ditutup lebih rendah dibandingkan harga pembukaan dan sebaliknya bila harga lebih tinggi dari harga pembukaan akan ditunjukkan dengan candle warna hijau.  Warna ini sudah cukup mempresentasikan kondisi market saat itu dimana harga sedang cenderung naik atau cenderung turun. Sehingga kita bisa memutuskan apakah ingin membeli , menahan atau menjual asset yang kita incar.

Selain dari pada warna dan bentuk, candlestick juga memiliki body yang panjang atau pendek termasuk garis yang biasa disebut ekor bila dibawah atau rambut bila diatas untuk menandai kekuatan harga saat itu. Body yang panjang, menunjukkan kekuatan seller / buyer yang menguasai pasar saat itu. Sebaliknya bila body kecil tapi rambut/ekor panjang biasanya ada perlawanan dari seller atau buyer, tergantung ke arah mana harga bergerak.

Tiap candlestick selalu punya ceritanya sendiri, dimana bila kita melihat candle bullish ( candle bergerak keatas ) dengan body penuh, maka bisa diartikan buyer sedang menguasai market. Sementara bisa body kecil namun ekor panjang, artinya buyer sedang melakukan perlawanan terhadap dominasi seller.

Pola Candlestick

Karena banyaknya pola candlestick pada chart, trader memang harus berusaha keras bila ingin mengingat-ingat istilah ataupun nama-nama pola yang terbentuk pada candlestick chart. Namun banyak yang bilang hal ini akan membuang watu, karena pola-pola itu tidak setiap saat akan keluar pada candlestick chart. Karenanya ada yang pernah memberi saran, jangan menghapal pola, tapi pahami bagaimana pola itu bisa terbentuk, faktor apa saja yang membentuk pola itu dan bagaimana trend nya di pasar.

Yang paling penting adalah menguasai teori dasar dari candlestick, dari sini trader bisa mengembangkan dan menganalisa bagaimana kira-kira harga akan bergerak. Hal ini bisa trader lihat dari besaran bentuk candle yang terbentuk, apakah dia memiliki power yang cukup ? atau malah powernya berkurang karena dominasi salah satu pihak baik dari seller atau buyer.